(0293)3283152
admin@smanegeri1ngluwar.sch.id
Plosogede, Ngluwar, Kab. Magelang. 56485
blog-img
22/08/2023

Sosialisasi Cegah Stunting di SMAN 1 Ngluwar

Admin2 | SSK

Dalam rangka meningkatkan pemahaman peserta didik di Sekolah tentang betapa pentingnya pencegahan stunting, Puskesmas Ngluwar menggelar Sosialisasi Pencegahan Stunting di SMAN 1 Ngluwar (22/08/23). Sosialisasi tersebut dilaksanakan di Gedung Aula SMAN 1 Ngluwar. Diikuti oleh perwakilan siswa-siswi Fase E.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ahli gizi dan Dokter dari Puskesmas Ngluwar dan Salam. Pada materi yang disampaikannya, mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi diharapkan dapat meningkatkan informasi dan edukasi kepada peserta didik mengenai stunting dan gizi anak. 

"Perbaikan dan peningkatan gizi anak, serta penurunan angka anak stunting pada kalangan pelajar adalah tujuan yang ingin kita capai bersama melalui kegiatan sosialisasi ini," ujarnya.

Sementara itu, Bp. Hadi Widodo selaku Wakil Kepala sekolah yang mendampingi tim sosialisasi, menyambut antusias dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak Puskesmas yang telah memberikan materi-materi edukatif kepada peserta mengenai stunting.

"Tentunya kegiatan ini sangat edukatif dan informatif bagi peserta didik dalam usaha peningkatan gizi mereka. Kita harapkan materi yang telah diterima dapat diaplikasikan. Terakhir, semoga kegiatan-kegiatan sosialisas semacam ini bisa berlanjut di waktu-waktu mendatang," kata beliau

MATERI

Sebenarnya, stunting itu apa sih? Terus, apa penyebabnya?

Stunting adalah kondisi gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang. Kondisi ini dapat dikenali dari pertumbuhan tinggi badan anak yang tidak sesuai dengan usianya. Beberapa faktor yang dapat berpengaruh secara langsung terhadap status gizi anak yang mengalami stunting antara lain kondisi kesehatan ibu, kondisi kelahiran anak, serta asupan gizi anak yang diberikan melalui ASI maupun makanan pendamping. Selain itu, faktor-faktor seperti status sosial dan ekonomi keluarga, akses ke layanan kesehatan, sanitasi, akses air bersih, level pendidikan ibu, dan faktor lainnya juga dapat berdampak pada terjadinya stunting.

Lantas, bagaiamana cara mencegah stunting? Apakah ada tipsnya?

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah stunting adalah dengan meningkatkan pemenuhan asupan gizi remaja perempuan, ibu hamil, dan asupan gizi anak setelah kelahiran, khususnya dengan mengonsumsi protein hewani. Pada ibu hamil, konsumsi protein hewani dapat mencegah stunting pada janin yang dikandungnya, menurunkan morbiditas maternal dan perinatal, mencegah terjadinya pertumbuhan janin terhambat, serta mencegah terjadinya eklamsia berat. Sedangkan pada anak, protein hewani penting bagi pertumbuhan dan perkembangan karena mengandung asam amino, mineral, dan vitamin yang lengkap.

Untuk mencegah stunting, dapat menerapkan Langkah ABCDE, yaitu:

  1. (A) Aktif minum Tablet Tambah Darah (TTD)
    Konsumsi TTD bagi remaja putri 1 tablet seminggu sekali, sedangkan konsumsi TTD bagi Ibu hamil 1 tablet setiap hari (minimal 90 tablet selama kehamilan) 

  2. (B) Bumil teratur periksa kehamilan minimal 6 kali
    Periksa kehamilan minimal 6 (enam) kali, 2 (dua) kali oleh dokter menggunakan USG.

  3. (C) Cukupi konsumsi protein hewani
    Konsumsi protein hewani setiap hari bagi bayi usia di atas 6 bulan 4.

  4. (D) Datang ke Posyandu setiap bulan
    Datang dan lakukan pemantauan pertumbuhan (timbang dan ukur) dan perkembangan, serta imunisasi balita ke posyandu setiap bulan.

  5. (E) Eksklusif ASI 6 bulan
    ASI eksklusif selama 6 bulan dilanjutkan hingga usia 2 tahun

    Salah satu sumber protein hewani yang memiliki gizi lengkap dengan harga yang relatif murah dan mudah ditemukan adalah ikan lele. Ikan lele dapat menjadi menu MPASI bayi di atas 6 bulan, karena kaya akan kandungan protein untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi, sebagai sumber asam lemak omega-3 yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung dan fungsi otak, kaya kalsium dan vitamin D untuk membantu menjaga kesehatan dan memperkuat tulang bayi, serta mengandung banyak vitamin B12 untuk pembentukan sel darah merah, kesehatan otak, dan sintesis DNA.  Selain menjadi MPASI, ikan lele dapat dikonsumsi sebagai sumber protein untuk remaja perempuan dan ibu hamil.

Diharapkan dengan menerapkan Langkah ABCDE untuk mencegah stunting dan mengonsumsi sumber protein hewani yaitu ikan leledapat mencegah dan mengurangi kemungkinan stunting pada generasi penerus Indonesia, sehingga di masa depan, dapat menjadi sumber daya manusia yang berkualitas, unggul, dan berdaya saing. 

GALERI

Bagikan Ke:

Populer